Apakah kamu suka dengan film-film karya dari Studio Ghibli? Bagi mereka penggemar animasi Jepang, pasti sudah tidak asing dengan studio satu ini.

Studio Ghibli selalu merilis film yang dinantikan oleh para penggemarnya dengan kisah yang bisa membuat kita ikut hanyut dalam cerita. Beberapa karya terkenal Studio Ghibli yang hingga saat ini masih menjadi favorit banyak orang ada Spirited Away, My Neighbor Totoro, Grave of Fireflies, Princess Monoke, dan masih banyak lainnya.

Pada film Earwig and the Witch ini, Studio Ghibli mencoba gaya animasi yang lebih fresh. Animasi karya dari Goro Miyazaki ini merupakan kisah yang diangkat dari sebuah buku dengan judul yang sama, karya dari Diana Wynne Jones.

Sama dengan kisah yang ada di novel tersebut, pemeran utama dari film ini juga seorang gadis yang bernama Erwig.

Erwig merupakan gadis dari panti asuhan yang sangat senang dengan kehidupannya. Ia merupakan gadis ceria, selalu bersyukur, dan memberikan kebahagiaan bagi orang lain juga.

Hingga suatu ketika, panti asuhan kedatangan seseorang yang mengaku ingin mengangkat anak di sana. Mereka mendatangi Erwig dan membawa gadis itu ke rumah mereka yang tampak misterius.

Ternyata orang tua angkat tersebut merupakan Bella Yaga dan Mandrake yang tidak lain tidak bukan merupakan penyihir. Erwig yang dibantu oleh seekor kucing yang bisa berbicara, berupaya untuk meninggalkan rumah tersebut dan menyelamatkan diri.

Kira-kira akankah Erwin meninggalkan rumah misterius tersebut?

Kali ini kami tidak akan membahas mengenai alur cerita dari film, namun  kita akan melihat fakta menarik apa saja yang ada di dalam film ini.

Fakta Unik Earwig and the Witch

1.Sherina Munaf Pengisi Suara

Tahukah kamu di dalam film ini, Sherina Munaf berkesempatan untuk mengisi suara sebagai ibu Earwigs. Selain itu ia dipercaya untuk menyanyikan dua lagu dari Earwig and the Witch, yaitu lagu berjudul “Don’t Distrub Me” dan juga “The World isi n my Hands”.

2. Menggunakan Teknologi 3DCG

Berbeda dengan film produksi Studio Ghibli lainnya, dalam film Earwig and the Witch ini mereka sudah menggunakan teknologi 3DCG. Saat ini sendiri sudah banyak studio animasi atau anime yang menggunakan teknologi ini, karena dikabarkan cukup efisien dan bisa membantu memotong budget.

Meski bukan kali pertama menggunakan teknologi ini, tapi film Earwig and the Witch menjadi film panjang pertama yang diproduksi oleh Studio Ghibli dengan memanfaatkan teknoloi ini.

3. Karya Kedua Diana Wynne yang Studio Ghibli Filmkan

Sudah banyak karya buku fiksi anak yang dituliskan oleh Diana sejak tahun 1970-an. Salah satu karyanya yang populer adalah Howl;s Moving Castle, di mana pada tahun 2004 Studio Ghibli pernah memfilmkannya. Ini juga menjadi salah satu karya terbaik yang dimiliki oleh Studio Ghibli.

Mereka pun kembali memfilmkan karya Diana di Earwig and the Witch ini.

Untuk yang tertarik dengan film animasi, petualangan, dan Studio Ghibli, tentunya ini adalah film dengan perpaduan yang sempurna.